Fitnah Terhadap Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah

Jika ASWAJA ada yang berdusta atas nama ulama, atau memotong perkataan ulama sesuai dengan kepentingan mereka, maka kami memakluminya. Mungkin udah turun temurun ajaran dari kyai-kyai mereka memang seperti itu. Yang terpenting jangan sampai kita juga ikut-ikutan seperti mereka, cukuplah jadikan mereka sebagai pelajaran untuk kita.
ASWAJA berkata :Fatwa syaikhul islam kaum salafy wahabi ibnu qoyyim al jauziah dalam kitab badai’ul fawaid 602 menerangkan “Jika seorang wanita tidak bersuami yang syahwatnya memuncak, maka sebagian ulama kami berkata, “Boleh baginya mengambil kulit lunak yang berbentuk batang dzakar atau mengambil ketimun atau terong berukuran mini lalu ia masukkan ke dalam kemaluannya.”

==========================================

Mari kita lihat apakah benar apa yang mereka katakan.

Inilah nukilan (perkataan Al-’Allamah Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Badai’u Fawa’id) tentang fatwa tersebut :

إذا قدر الرجل على التزوج أو التسري حرم عليه الاستمناء بيده . قال ابن عقيل : قال : وأصحابنا وشيخنا لم يذكروا سوى الكراهة لم يطلقوا التحريم . قال : وإن لم يقدر على ز… وجة ولا سرية ولا شهوة له تحمله على الزنا حرم عليه الاستمناء ، لأنه استمتاع بنفسه والآية تمنع منه ، وإن كان متردد الحال بين الفتور والشهوة ولا زوجة له ولا أمة ولا ما يتزوج به كره . ولم يحرم وإن كان مغلوباً على شهوته يخاف العنت كالأسير والمسافر والفقير جاز له ذلك نص عليه أحمد . وروي أن الصحابة كانوا يفعلونه في غزواتهم وأسفارهم وإن كانت امرأة لا زوج لها ، واشتدت غلمتها فقال بعض أصحابنا : يجوز لها اتخاذ الأكرنبج وهو شيء يعمل من جلود على صورة الذكر فتستدخله المرأة أو ما أشبه ذلك من قثاء وقرع صغار . قال : والصحيح عندي أنه لا يباح ، لأن النبي صلى الله عليه وسلم إنما أرشد صاحب الشهوة إذا عجز عن الزواج إلى الصوم . ولو كان هناك معنى غيره لذكره . وإذا اشتهى وصور في نفسه شخصاً أو دعي باسمه . فإن كان زوجة أو أمة له فلا بأس إذا كان غائباً عنها

Jika seorang laki-laki mampu untuk menikahi atau melakukan persetubuhan dengan budak maka haram baginya untuk melakukan onani dengan tangannya, telah berkata Ibnu Uqail, dan telah berkata sebagian sahabat-sahabat kami dan guru-guru kami bahwa mereka tidak menyebutkannya selain dibencinya hal itu walaupun mereka belum memutlakkan pengharamannya, dan berkata lagi, jika tidak mampu untuk menikah atau dengan budak yang dimiliki maka janganlah ia membiarkan syahwatnya menggiringnya kepada perzinahan dengan sebab onani itu, karena hal itu termasuk perkara yang mempermainkan nafsu dan ayat melarang dari berbuat demikian.

—[[[ Dan diriwayatkan dari sebagian shahabat bahwasanya mereka melakukan (onani) ketika mereka berperang dan safar dan bagi seorang perempuan yang tidak memiliki suami, dan jika nafsunya memuncak maka berkata sebagian sahabat kami, boleh bagi mereka (perempuan) untuk mengambil kulit lunak yang berbentuk batang dzakar atau mengambil ketimun atau terong berukuran mini lalu ia masukkan ke dalam. ]]]—

Dan berkata dalam hal ini : Yang shohih bahwa hal ini di sisi kami tidak boleh karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hanya menganjurkan shoum kepada mereka yang merasakan syahwat jika tidak mampu untuk nikah, walaupun di sana ada makna selain yang telah disebutkan.

—————————————————

Coba perhatikan kalimat yang ada di dalam tanda —[[ …….. ]]]— dan lihatlah betapa liciknya ASWAJA, betapa kurang sekali rasa takutnya mereka kepada Allah. Mereka berani menisbatkan kisah yang dibawakan oleh Ibnul Qayyim tentang apa yang dilakukan oleh sebagian orang pada jaman dahulu menjadi fatwa dari Ibnul Qayyim. Padahal di situ Ibnu Qayyim hanya membawakan realita apa yang terjadi pada jaman dahulu dan beliau mengingkari hal itu pada ucapan beliau yang selanjutnya yaitu “Yang shohih bahwa hal ini di sisi kami tidak boleh karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hanya menganjurkan shoum kepada mereka yang merasakan syahwat jika tidak mampu untuk nikah, walaupun di sana ada makna selain yang telah disebutkan.”

Sehingga tampak jelas mana sebenarnya pemalsu kitab-kitab para ulama. Semoga Allah senantiasa menjada kita agar bisa tetap istiqamah di atas agama-Nya.

Sumber: http://www.facebook.com/abdullah.ibnadam.96/posts/132996236903450

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kelompok Sesat, Lain-Lain, Uncategorized. Tandai permalink.